Pages

Selasa, 10 Mei 2011

Cerita Mbah Buyut

   Bel berbunyi pertanda pelajaran di kelas Sejarah berakhir , nana segera keluar dari kelas ia pulang bersama teman-temanya.Seperti biasa sebelum pulang ke rumah, nana menyempatkan diri untuk mampir ke lapak toko ibunya di bedak pasar , ibunya adalah seorang penjual sayur di emperan toko , jika sudah siang begini ibunya pun bersiap-siap untuk pulang,nana membantu membawakan sisa-sisa sayuran yang masih segar.
  Sesampainya dirumah nana membantu ibunya memasak,lalu sebagian masakan itu di berikan pada mbah buyut nana yang tinggal di rumah tua di samping rumah nana,mbah buyut memilih tinggal sendirian.Nana selalu mengunjungi mbah buyutnya,karena kondisinya sudah tua keluarga nana sangat mengkhawatirkan simbah.Umur simbah sekarang hampir 1 abad , nana sangat senang saat mbah buyutnya bercerita tentang kehidupan masa lalu mbah buyut sewaktu penjajahan maupun krisis-krisisnya bangsa ini.

  Mbah,ini makanan dan kopinya.nana membangunkan simbahnya yang sedang lesehan bersama ayam-ayamnya.yo nduk kekno kono wae.jawab simbah dengan logat jawanya.karena aku meminta simbah untuk menceritakan kisah-kisah masa lalunya,ia pun mau menceritakan masa lalunya.Walaupun cerita itu sudah berkali-kali di ceritakan pada nana tapi nana tidak pernah bosan akan cerita mbah buyut.
  Mbah buyut mulai menceritakan saat keganasan PKI di daerah ini,katanya cari air di daerah sini dulu sangat susah satu sumur di bagi orang banyak.beda jauh dengan keadaan sekarang yang sangat enak kalau sekarang kita tinggal beli semuanya tersedia,berbeda dengan dulu.ternyata dulu di daerah sini ada pengikut PKI nenek tua ini menceritakan saat tetangganya aliran PKI ingin membunuh alm. Suaminya . kata simbah orang PKI itu tiba-tiba saja membawa sabit untuk memenggal kepala alm.kakeh buyut.tapi untungnya peristiwa itu belum sampai terjadi untungnya kakek masih bisa melawan orang PKI itu.
  Mbah buyut adalah orang yang masih bisa menceritakan kejadian-kejadian yang menurut nana jarang ada di masa sekarang.Banyak cerita yang di ceritakan pada nana.
  Nana belajar untuk mensyukuri pemberian Tuhan yang Maha Esa ternyata hidupnya lebih beruntung dari pada mbah buyutnya dulu. Mulai dari sekarang nana tidak akan mengeluh saat ia kekurangan. Karena ia sadar bahwa dulu kehidupan nana di banding mbah buyut masih lebih susah.Nana juga ingat pesan mbah buyut “ Kita harus rajin belajar , bukan hanya belajar pelajaran sekolah namun pelajaran hidup pun harus banyak belajar ” kata-kata itu masih di simpan aman di otak Nana , Dan berkat pelajaran singkat yang di berikan mbah buyut nana menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan tidak pernah mengeluh lagi.
     Lusiana Indriani

3 komentar:

Berilah Komentar yang baik ... yang membuat saya lebih baik lagi .. saya tidak menerima komentar yang tidak sopan terimakasih ...

Salam .. Admin