Ø Latar Belakang
Semua istilah ini, baik "narkoba" atau napza
sama artinya dengan Narkotika, Psikotropika , dan Zat adiktif mengacu pada
sekelompok zat yang
umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi
penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika
yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan
untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat
pemakaian yang telah diluar batas dosis. Hingga kini penyebaran narkoba sudah
hampir tak bisa dicegah . Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan
mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya
saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik,
tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa
membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang
begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun
masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja
maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD pun banyak yang terjerumus narkoba. Oleh karena itu kita semua perlu mewaspadai bahaya dan
pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan pembinaan generasi muda. Sektor
kesehatan memegang peranan penting dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan napza.
Ø Pengertian
Bahan
ini menyebabkan Penurunan atau Perubahan kesadaran , dapat menghilangkan rasa ,
mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan menyebabkan ketergantungan
Adapan definisi dari WHO tentang
Narkoba yakni “ Narkoba suatu zat yang apabila dimasukkan kedalam tubuh akan
mempengaruhi fungsi fisik dan psikologi kecuali makanan , air , dan oksigen .
Meskipun demikian, penting kiranya diketahui
bahwa tidak semua jenis narkotika dan psikotropika dilarang penggunaannya.
Karena cukup banyak pula narkotika dan psikotropika yang memiliki manfaat besar
di bidang kedokteran dan untuk kepentingan pengembangan pengetahuan.
Ø Macam-macam Narkoba
Narkoba atau Narkotika
banyak sekali macamnya, ada yang berbentuk cair, padat, serbuk, daun-daun, dan
lain sebagainya . Di bawah ini diuraikan sedikit mengenai macam-macam narkotika
atau narkoba yakni :
1.
Opioid
Bahan opioid adalah saripati bunga opium. Zat yang termasuk kelompok opioid
antara lain:
o
Heroin
disebut juga diamorfin ( INN ) bisa ditemukan dalam bentuk pil , serbuk dan
cairan
o
Codein
biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan bening
o
Comerol
sama dengan codein biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan bening
o
Putaw
2.
Kokain
Kokain merupakan alkaloid yang berasal dari tanaman Erythroxylon coca. Jenis
tanamannya berbentuk belukar. Zat ini berasal dari Peru dan Bolivia.
3.
Ganja
( Cannabis / Cimeng )
Ganja merupukan tumbuhan penghasil serat. Akan tetapi , tumbuhan ini lebih
dikenal karena kandungan narkotikanya yaitu tetrahidrokanabinol (THC). Semua
bagian tanaman ganja mengandung kanaboid psikoaktif.
Cara menggunakan ganja biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil-kecil ,
lalu digulung menjadi rokok . Asap ganja mengandung tiga kali lebih banyak
karbonmonoksida daripada rokok biasa.
Adapun zat lain yang memiliki dampak yang sama bahayanya dengan narkotika atau
narkoba jika disalah gunakan yaitu psikotropika. Jenis-jenis termasuk zat ini
antara lain :
o
Ectasy
(ineks)
o
Shabu-shabu
( methamphetamine )
o
Benzodiazepin
( Pil Nipam, BK, dan Magadon )
Ø Ciri-ciri Pengguna Narkoba
1. Ciri ciri F I S I K Pemakai Narkoba
- Berat badan turun drastis.
- Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat,
dan bibir kehitam-hitaman.
- Tangan penuh dengan bintik-bintik merah,
seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan
perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan.
- Buang air besar dan kecil kurang lancar.
- Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang
jelas.
2. E M O S I
- Sangat sensitif dan cepat bosan.
- Bila ditegur atau dimarahi, dia malah
menunjukkan sikap membangkang.
- Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk
memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di
sekitarnya.
- Nafsu makan tidak menentu.
3. P E R I L A K U
- Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan
tugas-tugas rutinnya.
- Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari
keluarga.
- Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal
keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam.
- Suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun
tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitupun
dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang.
- Selalu kehabisan uang.
- Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di
kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat
sepi lainnya.
- Takut air, jika terkena akan terasa sakit,
karena itu mereka jadi malas mandi.
- Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan,
biasanya terjadi pada saat gejala “putus zat”.
- Sikapnya cenderung jadi manipulatif dan
tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti saat membutuhkan uang untuk
beli obat.
- Sering berbohong dan ingkar janji dengan
berbagai macam alasan.
- Bicara cedal atau pelo.
- Jalan sempoyongan
- Mengalami jantung berdebar-debar.
- Sering menguap.
- Mengeluarkan air mata berlebihan.
- Mengeluarkan keringat berlebihan.
- Sering mengalami mimpi buruk.
- Mengalami nyeri kepala.
- Mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi.
Ciri-ciri Narkoba yang diKonsumsi
- Pecandu putaw sering menyendiri di tempat
gelap sambil dengar musik, malas mandi karena kondisi badan selalu kedinginan,
badan kurus, layu selalu apatis terhadap lawan jenis.
- Pecandu daun ganja- cenderung lusuh, mata
merah, kelopak mata selalu mengetup terus, doyan makan karena perut merasa
lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu.
- Pecandu sabu-sabu- gampang gelisah dan serba
salah melakukan apa saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata
sering jelalatan, karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru
dikenal, badan berkeringat, meski berada didalam ruangan ber-Ac, suka marah dan
sensitive.
- Pecandu Inex atau ekstasi, suka keluar rumah,
selalu riang jika mendengar music house, wajah terlihat lelah, bibir suka
pecah-pecah dan badan suka berkeringat, sering minder setelah pengaruh inex
hilang.
Ø
Dampak Penggunaan Narkoba
A. Dampak
Tidak Langsung Narkoba Yang Disalahgunakan
1. Akan banyak uang yang
dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya
rusak digerogoti zat beracun.
2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu
biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat
terlarang.
4. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau
perguruan tinggi alias DO / drop out.
5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan
gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani
kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
7. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir
batin.
Biasanya setelah seorang pecandu
sembuh dan sudah sadar dari mimpi-mimpinya maka ia baru akan menyesali semua
perbuatannya yang bodoh dan banyak waktu serta kesempatan yang hilang tanpa
disadarinya. Terlebih jika sadarnya ketika berada di penjara. Segala caci-maki
dan kutukan akan dilontarkan kepada benda haram tersebut, namun semua telah
terlambat dan berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa.
B. Dampak Langsung Narkoba Bagi
Jasmani / Tubuh Manusia
1. Gangguan pada jantung
2. Gangguan pada hemoprosik
3. Gangguan pada traktur urinarius
4. Gangguan pada otak
5. Gangguan pada tulang
6. Gangguan pada pembuluh darah
7. Gangguan pada endorin
8. Gangguan pada kulit
9. Gangguan pada sistem syaraf
10. Gangguan pada paru-paru
11. Gangguan pada sistem pencernaan
12. Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis,
Herpes, TBC, dll.
13. Dan banyak dampak lainnya yang merugikan badan manusia.
C. Dampak Langsung Narkoba Bagi
Kejiwaan / Mental Manusia
1. Menyebabkan depresi mental.
2. Menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik.
3. Menyebabkan bunuh diri
4. Menyebabkan melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan.
Efek depresi bisa ditimbulkan
akibat kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau kegagalan dalam mencoba
berhenti memakai narkoba. Namun orang normal yang depresi dapat menjadi pemakai
narkoba karena mereka berpikir bahwa narkoba dapat mengatasi dan melupakan
masalah dirinya, akan tetapi semua itu tidak benar.
Ø Langkah Pencegahan
1. Menanamkan pemahaman hidup sehat anak usia dini
sebaiknya para orang tua dapat menekankan pada
anak tentang cara merawat tubuh agar tetap sehat .
2. Pemahaman akan adanya racun di sekeliling kita
pembimbingan
orang tua sangat dibutuhkan agar anak dapat menilai mana yang baik dan mana
yang buruk
3. Memberikan informasi yang akurat dan jelas
pemberian informasi kepada anak secara jelas
dan dapat dimengerti tentang cara menjahui narkoba
4. Bekerjasama dengan tempat pendidikan
jika orang tua dirasa tidak mampu untuk
membimbing anak , sebaiknya di tempatkan ditempat-tempat pendidikan khusus agar
terhindar dari narkoba
5. Tanggap lingkungan
sebagai
remaja , kita harus pandai-pandai memilah mana yang baik dan mana yang buruk ,
serta pengaruh lingkungan yang tidak baik sebaiknya di jauhi
6. Bekerjasama dengan lingkungan rumah
Dukungan atau kerjasama antar lingkungan
sangat dibutuhkan misal si anak mempunyai teman yang menggunakan narkoba
sebaiknya lapor kepada RT bagaimana tindakan selanjutnya agar anak lain tidak
di ajak memakai narkoba.
7. Hubungan interpersonal yang baik
Hubungan yang baik antara anak dan orang tua
sangat dibutuhkan , karena jika hubungan anak dan orang tua tidak harmonis hal
ini juga memicu anak memakai narkoba .